Hanya dalam hitungan hari setelah tragedi G30S, Oey ditangkap militer. Sesaat itu pula kehidupan Jane dan keluarga berubah. ”Tentara dari Kodim yang datang ke rumah," kata Jane yang kini berusia 81 tahun, saat ditemui CNN Indonesia di kediamannya.
Sejak saat itu Jane harus menghadapi semuanya sendiri. Selain membesarkan anaknya, Mado, yang saat itu masih kecil, Jane juga harus menghadapi tentara dan sejumlah pihak yang ingin merampas rumahnya di kawasan Rawamangun, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak juga berhasil merampas, para tentara itu lantas tinggal di rumah tersebut. Berbulan-bulan lamanya sejak 1965, para tentara tersebut menjadikan rumah tersebut sebagai barak. Bahkan komandan tentara tersebut sempat beranak pinak di rumah tersebut.
"Baru keluar tahun 1990, itupun sebelum meninggal komandan itu pesan agar keluarganya diurusi," ujar Jane.
“Bukan hanya instansi pemerintah, ada pula orang yang tiba-tiba datang mengaku pemilik rumah,” ujar Jane.
Rumah Jane akhirnya bisa terselamatkan. Lantas dijual untuk membeli rumah di kawasan Cibubur yang saat ini ditinggali Jane, menghabiskan hari tuanya.
Menurut Jane, jika saat itu ia tak kuat mental dan meninggalkan rumah, bisa jadi rumah tersebut bukan miliknya lagi.
Lihat juga:Cerita Soal Diskriminasi dan Cap PKI |
Setelah peristiwa G30S, rumah tersebut kabarnya sudah berganti-ganti pemilik. Ada cerita unik soal tentara yang menduduki rumahnya dulu. Suatu ketika, saat para tentara sudah pergi, Jane bertemu dengan pemungut putung rokok di sebuah terminal. Pemungut putung rokok itu memanggil dirinya. Tapi karena tak kenal, ia tak memperdulikan panggilan itu.
"Dia datang ke saya, tanya 'Masih ingat saya tante? saya tentara yang dulu di rumah tante'," kata Jane menirukan ucapan orang tersebut. Dari situ Jane tahu jika tak semua orang yang menduduki rumahnya dulu tentara dari Kodim Jakarta Timur. Ada orang bayaran yang hanya diberikan baju loreng untuk menduduki rumahnya.
Dari kejadian itu Jane makin bersyukur dia bisa mempertahankan rumahnya tersebut. Rumah yang pada akhirnya ia lego untuk membeli kediaman baru untuk dirinya menghabiskan hari tua bersama anak, cucu dan cicitnya. (sur/sip)