Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Kombes Krishna Murti menyatakan, hasil forensik menunjukkan dugaan korban meninggal siang hari pada Jumat minggu lalu.
"Korban diduga dibunuh setelah pulang dari sekolah. Sementara ini kami menduga pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih berusaha mencari tahu soal ini," ujar Krishna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil autopsi juga memperlihatkan korban tewas setelah sebelumnya mengalami kekerasan seksual. Dugaan tersebut berdasarkan hasil temuan bercak sperma di bagian tubuh korban.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah Closed-Circuit Television (CCTV) yang berada di sekitar penemuan jenazah bocah malang itu untuk memastikan ciri-ciri pelaku yang melakukan tindakan keji tersebut.
Krishna mengatakan timnya saat ini berusaha sesegera mungkin mengejar pelaku yang telah membuat warga Jakarta Barat geger.
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asroroun Ni'am mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan bocah perempuan itu. Ia mengatakan pelaku layak dihukum mati karena berbuat sadis dan memicu ketakutan warga. (agk)