"Semakin lama terpapar, peluang kematian semakin besar. Orang sakit parah bertambah banyak dengan komplikasi lebih dalam," kata Achmad Yurianto, Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan, kepada CNN Indonesia, Kamis (8/10).
Selanjutnya asap yang masuk ke hidung akan menyebabkan reaksi iritasi dan alergi yang diwujudkan dengan peningkatan lendir. "Dampaknya, pilek dan bersin-bersin atau yang kita kenal influenza," kata Achmad.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika warga sudah terkena ISPA namun tidak dirawat dengan baik dan masih terus menerus menghirup asap, pada tahapan tertentu, infeksi bakteri akan merambat turun ke paru-paru sehingga menyebabkan radang paru atau pneumonia.
"Jadi ini tergantung ketepatan dan kecepatan berobat. Kalau tiap hari sudah langsung berobat bisa cegah komplikasi. Kalau sudah sampai radang paru-paru, mau diapa-apakan pun susah," kata Achmad.
Sosialisasi Kesehatan
Ditanya mengenai keengganan warga menggunakan masker, Achmad mengatakan paham alasan tersebut. Dalam beberapa kunjungannya ke beberapa wilayah terdampak asap, dia seringkali melihat warga keluar rumah tanpa mengenakan masker.
"Bahkan kadang masker dipakai buat menutup mulut saja atau malah ditaruh di dahi. Mereka banyak yang tidak familiar dan tidak mengerti betapa penting menggunakan masker tersebut," katanya. "Meski tidak nyaman, masker sangat penting untuk dikenakan."
"Rumah sakit masih banyak yang kosong. Jadi kalau warga mulai batuk dan pilek, langsung berobat. Semua biaya penyakit akibat asap gratis dan ditanggung pemerintah," kata dia.
Berdasarkan data yang diterima CNN Indonesia, Provinsi Kepulauan Riau mendapat bantuan obat antibiotik, masker biasa sebanyak 100 ribu, serta masker N95 sebanyak 1.700; Sumatra Selatan mendapat masker 125 ribu unit; Riau mendata masker 445 ribu buah, masker N95 sebanyak 1.500, botol oksigen 400 kaleng dan paket obat ISPA-tetes mata; Bangka Belitung mendapat masker 35 ribu, botol oksigen 5 kaleng, serta paket obat untuk ISPA, diare, tetes mata dan vitamin.
Sementara Jambi mendapat masker N95 sebanyak 95 ribu, botol oksigen 20 kaleng, serta paket obat; Kalimantan Tengah mendapat masker sejumlah 102.930, masker N95 1.500, botol oksigen 400 kaleng dan paket obat; Kalimantan Selatan mendapat masker sebanyak 50 ribu.
Penderita Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Riau mencapai 57.536 orang, Jambi 69.734 jiwa, Sumatra Selatan 83.276 jiwa, Kalimantan Barat 43.477 orang, Kalimantan Selatan 29.104 jiwa, Kalimantan tengah 43.701 jiwa, dan Sumatra Barat 3.114 jiwa.
(utd)