Kepala Divisi Sosialisasi KPAI, Erlinda mengungkapkan, RPTRA dibutuhkan untuk memfasilitasi energi dan hobi anak-anak ke hal positif.
"Kita sangat dukung. Karena itu salah satu hal yang dibutuhkan oleh anak-anak, untuk memfasilitasi terhadap minat bakat maupun hobi mereka," kata Erlinda di Kantor KPAI, Jakarta, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sangat bermanfaat dan itu memang dibutuhkan anak-anak kita," kata dia.
Dia mencontohkan, cara yang dapat ditempuh yakni dengan melakukan penyuluhan-penyuluhan keliling, ataupun menghidupkan kembali kegiatan-kegiatan yang berbasis masyarakat agar mampu menjaga anak-anak.
"Itu menurut kami sangat efektif dan menghidupkan kembali karang taruna, dan sistem keamanan lingkungan (siskamling)," ujar Erlinda.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berencana membangun Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (TTRA) berupa taman. Rencananya, tahun ini akan dibangun enam taman terpadu ramah anak oleh Pemprov DKI .
"Kami harus sediakan sebanyak-banyaknya RPTRA supaya anak-anak punya teman. Ada yang memperhatikan dan ada yang mengenali," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (7/10) lalu.
Keenam taman tersebut di antaranya berada di daerah Sungai Bambu, Jakarta Utara; Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; Cideng, Jakarta Pusat; Cililitan, Jakarta Timur; Kembangan, Jakarta Barat dan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu. (meg)