"Dia ini badannya besar, bertato, mukanya begitu, tapi ternyata pengecut dan penakut. Beraninya sama anak kecil," ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (12/10).
Krishna menjelasan bahwa ketika pertama kali manjalankan pemeriksaan, tersangka Agus sempat menangis dihadapan penyidik. Tidak hanya itu, ketika digelandang kehadapan awak media, tersangka Agus juga mengekspresikan ketakutan dan penyesalannya dengan menangis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krishna mengaku polisi akan mengerahkan ahli psikologis untuk pemeriksaan lanjutan terhadap Agus. Pasalnya, lemahnya kondisi psikologis Agus dikhawatirkan akan mengganggu penyampaian keterangan terhadap penyidik untuk keperluan peradilan. "Hasil pemeriksaan itu nantinya juga bisa dijadikan pembelajaran dan kajian ilmiah," ujarnya.
Agus diketahui merupakan residivis kasus narkoba. Ia sudah tiga kali keluar masuk penjara karena kasus tersebut. Kini, ia kemungkinan besar akan kembali meringkuk di dalam penjara. Padahal lima bulan lalu, ujar Krishna, A baru bebas dan memulai hidup barunya dengan membuka warung di bedeng tempatnya tinggal saat ini.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian menyatakan pembunuh PNF, bocah dalam kardus di Kalideres merupakan seorang pedofil. Dugaan ini berdasarkan analisa dari keterangan sejumlah saksi dan hasil autopsi terhadap tubuh korban.
Tito mengatakan hasil autopsi menunjukan adanya tindakan persetubuhan yang dilakukan oleh pelaku terhadap korban. "Adanya persetubuhan ini kita menganggap lebih kepada kelainan seksual alias pedofil," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (7/10).
Tito menjelaskan dugaan sementara menunjukkan pelaku dengan cara kekerasan melakukan persetubuhan dengan korban. Pasalnya telah terjadi pendarahan pada bagian alat vital milik korban hingga menyebabkan kematian. (bag)