Senjata itu, kata Badrodin, bisa didapatkan dengan mudah oleh masyarakat biasa. Terlebih, dengan akses internet yang semakin mudah, barang tersebut juga lebih mudah didapatkan.
Air gun tersebut diisi dengan peluru gotri atau bola kecil yang terbuat dari besi. Senjata itu digunakan oleh salah seorang perusuh sehingga satu orang warga menjadi korban jiwa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata Badrodin, pihaknya masih mengejar tujuh orang tersangka yang diduga terlibat dalam kerusuhan tersebut. Sementara itu, tiga orang tersangka berinisial S, N, dan I sudah ditahan.
Kerusuhan diduga berawal dari selisih paham antara dua kelompok masyarat soal izin 21 gereja di wilayah tersebut. Kedua kelompok dan pemerintah daerah sebenarnya sudah sepakat akan menertibkan bangunan tersebut pekan depan. Namun, kelompok masyarakat lain yang tidak sabar justru melakukan perusakan dan pembakaran.
(obs)