Sutopo mengatakan satu korban meninggal masih dalam tahap identifikasi. Empat korban lain berasal dari Ngawi; Sumarwan (50), Awang (20), Nanang Setyo Utomo (17) dan Rita Septi (14). Dua korban meninggal lainnya adalah Joko Prayitno asal Kebon Jeruk, Jakarta, dan Nanang (Siswa SMK PGRI).
Sutopo mengatakan sebanyak dua orang menderita luka berat akibat kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu. Mereka adalah Eko Nurhadi (45) yang dirawat di RSUD dr. Sudono dan Novi Dwi Estiwati (14) yang dirawat di RSUD Mardi Solo. Keduanya merupakan warga Ngawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Humas BNPB ini mengatakan hingga saat ini jalur pendakian pos pendakian Cemoro Sewu masih ditutup. Diketahui, jalur pendakian ini ditutup sejak Jumat (16/10) lalu. Sutopo menjelaskan penutupan jalur ini dikarenakan semakin keringnya cuaca sehingga menyebabkan semak belukar kering dan mudah terbakar.
Oleh sebab itu, ia mengimbau agar para pendaki gunung memastikan api unggun benar-benar padam. Bahkan, ia mengimbau agar bekas api unggun ditumbun dengan tanah.
"Angin kencang seringkali menyebabkan api hidup kembali dan membakar semak belukar di sekitarnya. Hal ini sudah sering terjadi yang menyebabkan hutan-hutan di gunung di Jawa terbakar," ucapnya. (bag)