"Masalah keamanan diserahkan ke Polri, tentu dengan stakeholder lainnya, pemerintah daerah dan kelompok masyarakat. Kami punya kebebasan pengelolaan lebih baik," kata Badrodin di Markas Besar Polri, Jakarta, Senin (19/10).
Selain itu, Badrodin juga mengatakan pemerintah memberikan dukungan yang cukup di bidang anggaran. "Cukup meningkat dan bagus, tentu dengan mempertimbangkan keuangan negara yang terbatas."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Jokowi juga disebut lebih memperketat soal koordinasi. Hal tersebut terlihat dari rapat terbatas yang intensitasnya meningkat hingga empat atau enam kali dalam seminggu.
Untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat, kata Badrodin, Polri tidak bisa kerja sendiri. Institusi masyarakat seperti keluarga juga mesti berperan dalam meningkatkan kepatuhan.
Polri sendiri dalam hal ini sudah mempunyai program-program prioritas dan menjadwalkan evaluasi setiap enam bulan sekali. Sejauh ini, Badrodin mengklaim kepercayaan masyarakat terhadap institusinya semakin meningkat.
"Kepercayaan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja Polri," ujarnya.
Hari ini, 20 Oktober, Jokowi genap setahun menjabat sebagai Presiden RI. Dia resmi menjabat sebagai orang nomor satu di pemerintahan setelah pada pemilihan tahun lalu mengalahkan kandidat capres lainnya, Prabowo Subianto. (utd)