Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, berdasarkan data yang diterima BNPB hari ini, jumlah titik api di seluruh Indonesia meningkat drastis menjadi lebih dari 3.000 titik.
"Titik api pagi ini meningkat, tercatat 3.226 titik api di seluruh Indonesia," kata Sutopo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sisanya ialah Riau (39), Kepulauan Riau (2), Bangka Belitung (39), Lampung (8), Kalimantan Barat (22), Jawa Timur (20), dan Jawa Barat (4) yang jumlah titik apinya di bawah 50. Total titik api di barat Indonesia berjumlah 2.407.
Sementara untuk penyebaran api di lokasi lain, Maluku terdeteksi memiliki 88 titik api, Maluku Utara 36 titik api, Nusa Tenggara Timur 13 titik, Nusa Tenggara Barat 11 titik, Sulawesi Selatan 23 titik, Sulawesi Barat 9 titik, Sulawesi Tengah 6 titik, dan Sulawesi Utara 1 titik.
"Sebaran asap meluas. Kondisi cuaca yang kering menyebabkan kebakaran hutan dan lahan berpotensi meningkat," ujar Sutopo.
Menurut Sutopo, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan telah meminta tambahan lima unit air tractor yang akan disebar di kawasan Sumtera Selatan dan Kalimantan Tengah.
"BNPB diminta menghitung berapa keseluruhan pesawat sejenis Bombardier, Be-200 dan Air Tractor untuk water bombing. Jika perlu ditambah masing-masing jenis pesawat itu lima unit," kata Sutopo.
Water bombing dengan pesawat akan dikombinasikan dengan bahan kimia di Sumtera Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, dan wilayah-wilayah lain yang dilanda kebakaran hutan. (agk)