Luhut mengatakan telah melihat secara langsung perkembangan kabut asap di berbagai daerah, khususnya di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, dengan menggunakan helikopter. Turut bersamanya Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana Willem Rampangilei, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, serta Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.
Dari pengamatan tersebut, Luhut menilai kekeringan di beberapa titik masih cukup parah sehingga diperlukan langkah-langkah penanganan yang lebih masif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bantuan dari Australia dan Malaysia sudah kembali, tapi nanti Malaysia akan kami minta kembali lagi. Sepuluh pesawat lagi, Be-200 dan Pelican akan kami tambah," kata Luhut.
Lihat juga:Negeri (Asap) Senja |
Menurutnya, kondisi di lapangan sungguh amat berat karena asap bergulung-gulung dan api bertambah dahsyat. Ia menggambarkan api seakan bergerak dari bawah sampai atas. Daerah yang menjadi prioritas utama pemerintah saat ini akibat ganasnya api adalah Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.