Kebijakan meliburkan kegiatan belajar-mengajar itu antara lain dilakukan SDN 08 Tarok Dipo dan TK Genius. Pihak sekolah meliburkan siswanya sepekan penuh hingga Sabtu.
"Sekolah kembali diliburkan tiga hari sejak kemarin (Kamis) sampai Sabtu. Kapan masuknya tergantung perkembangan asap," ujar Isnadi (62 tahun), warga Bukittinggi kepada CNN Indonesia, Jumat (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau siang, jarak pandang kendaraan hanya sekitar 100-200 meter. Tapi kalau pagi harus menyalakan lampu badai karena berbahaya," kata Isnadi.
Kualitas udara dinyatakan dalam kategori berbahaya jika indeks standar pencemaran udara memiliki kandungan particular molekul (PM) 10 di atas 420 mikro gram per meter kubik.
Sementara udara di Bukittinggi dalam dua hari terakhir memiliki kandungan di kisaran 438 mikro gram per meter kubik hingga 509 mikro gram per meter kubik.
Penghentian proses belajar dilakukan agar anak-anak tidak terkena dampak asap lebih parah lagi. Dalam kondisi kabut asap, kata Anies, kesehatan lebih utama dibandingkan pendidikan.
"Siswa tak perlu khawatir ketinggalan materi karena nanti akan ada penyesuaian materi," kata Anies.
Menurutnya, materi ujian bagi siswa di daerah terdampak kabut asap akan dibedakan dengan daerah yang tak terkena bencana.