Anggota Badan Anggaran DPR Fraksi NasDem Johnny G Plate mengatakan saat ini ada upaya untuk kembali menyisipkan Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP) dalam pengajuan dana alokasi khusus (DAK). Usulan program untuk kepentingan hajat anggota dewan di Dapil itu lebih dikenal sebagai Dana Aspirasi.
Menurut Johnny, upaya penyisipan Dana Aspirasi di RAPBN 2016 sama artinya dengan DPR telah mengambil alih kewenangan pemerintah dalam mengusulkan anggaran. "Ini tidak sejalan dengan UU keuangan negara yang telah kami tolak di paripurna," kata Johnny saat dikonfirmasi Jumat (23/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mudah-mudahan jangan sampai terjadi hal demikian," kata Johnny.
"Anda bisa recall fraksi apa saja yang mendukung Dana Aspirasi dulu," kata Johnny.
"Pernyataan itu terlalu tendensius dan tidak membangun sebuah upaya politik yang kondusif. Bagaimanapun juga DPR punya semangat untuk memahami situasi dan keadaan saat ini," kata Misbakhun.
Golkar sebagai bagian dari KMP, kata Misbakhun, sama sekali tidak berupaya meloloskan Dana Aspirasi dalam RAPBN baru. Sebagai salah satu pimpinan Tim UPD2P, Misbakhun mengaku sadar dengan keterbatasan pemerintah sehingga merasa tidak perlu memaksa apalagi menyandera pengesahan RAPBN 2016.
"Kalau NasDem kecewa dengan pemerintah, jangan melempar isu ke partai lain," kata Misbakhun.
Sebagai pimpinan Banggar, Supit mengaku tidak terlibat dalam perumusan merinci soal RAPBN 2016 di level panitia kerja. Dia memastikan jika ada usulan anggaran dari DPR untuk RAPBN, maka hal itu menyalahi undang-undang.
"Kami di Banggar hanya membahas apa yang diusulkan pemerintah. Saya sebagai Ketua Banggar akan menghapus itu jika benar ada. Saya jamin itu," kata Supit. (bag)