Eyang Sani wafat pada usia 100 tahun. Meskipun sudah mengalami kemunduran fungsi fisik selama beberapa tahun terakhir, eyang Sani masih dikaruniai ingatan yang kuat hingga wafatnya.
"Beliau wafat karena faktor usia yang memang sudah sepuh. Sudah lebih sepuluh tahun tidak pernah keluar dari rumah, bahkan sudah sekitar tiga tahun terakhir hanya bisa berada di atas tempat tidur demikian ingatannya masih sangat kuat," ujar Widodo Prasetyo, salah satu kerabat yang dilansir detikcom Sabtu (24/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama sakit, Eyang Sani dirawat di rumah anak sulungnya, Miyono. Keluarga mendatangkan dokter untuk memeriksa kesehatannya.
Pada Sabtu sekitar pukul 08.45 WIB, Presiden Jokowi tiba di rumah duka menaiki Mercy B 1522 RFS dengan mengenakan baju putih dipadu celana hitam dan berpeci hitam.
Sang presiden didampingi ibu negara Iriana yang mengenakan pakaian warna merah muda.
Sesampainya di depan rumah duka, Presiden disambut Mensesneg, Pangdam IV/Diponegoro, Kapolda Jateng, Kepala BNN Komjen Budi Waseso, Pj Wali Kota Surakarta, Mantan Wali Kota Surakarta Hadi Rudyatmo dan lain-lain. (ama/eno)