Tito menjelaskan, sebagian serbuk bahan peledak yang ditemukan di dalam kulkas di perumahan Banten Indah Permai juga sempat meledak karena panas. Tito mengatakan dalam aksi terorisme di dunia, ledakan dengan menggunakan bahan ini pernah terjadi di London, Inggris, pada 2005 lalu. Dalam ledakan tersebut, polisi menemukan sebanyak 4,5 kilogram bahan peledak bisa menewaskan sebanyak 52 orang.
Karena bandara rentan disusupi dengan bahan peledak tertentu, kata Tito, diterapkan kebijakan bidang penerbangan untuk penumpang, yakni dilarang membawa bahan cair 100 mililiter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, kepolisian dari Brimob Polda Metro Jaya dan Mabes Polsi melakukan penggerebekan salah satu rumah di Kompleks Banten Indah Permai Blok C9, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang, Banten, sore tadi.
Dirkrimum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krisna Murti mengatakan, penggeledahan dilakukan karena diduga di dalam rumah masih disembunyikan bom yang masih aktif dan sisa bahan peledak.
"Di rumah ini dicurigai masih ada satu sisa bom yang aktif serta bahan bahan pledak lainnya. Setelah dilakukan sterilisasi dan penggeledahan oleh Jibom, ditemukan satu bahan peledak aktif dan rangkaiannya sudah dialakukan sterilasi," kata Khrisna, Rabu (28/10). (utd/rdk)