Ketua Umum DPP Serikat Pekerja Nasional (SPN) Iwan Kusmawan menyatakan para buruh berasal dari sejumlah organisasi buruh seperti SPN, KSPI, KSPSI, KSBSI, dan KPBI. “Kalau untuk demo hari ini massa dari SPN berjumlah 3 ribu orang,” kata Iwan kepada CNN Indonesia.
Selain dari kaum buruh, unjuk rasa juga dilakukan oleh mahasiswa. Menurut Iwan jika semua turun ke jalan dengan ditambah dari elemen lainnya maka jumlahnya mencapai 30 ribuan orang. “Buruh yang demo berasal dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten,” ucap dia. (Baca: Dibantu Mahasiswa, Ribuan Buruh Demo Tuntut Upah Layak)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam unjuk rasa kali ini kalangan buruh memfokuskan pada penolakan pemberlakuan PP Nomor 78 Tahun 2015. “Kami menolak tegas PP 78 2015 itu karena banyak merugikan pihak buruh. Formulasi upah tak diamanatkan dalam UU 13 2003. Juga menghilangkan komponen hidup layak dan menghilangkan kelembagaan dewan pengupahan,” ujarnya.
Aksi buruh yang tergabung dalam Komite Aksi Upah (KAU) merencanakan mengepung Istana Presiden pada Jumat (30/10) untuk menolak pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015. (Baca: 'Buruh Siap Kepung Istana')
"Protes buruh terhadap PP Pengupahan bukan hanya pada isinya, tetapi pada proses penetapannya yang tidak melibatkan dan mendengarkan aspirasi kaum buruh," kata Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (29/10).
(obs)