"Tim gabungan terdari 4700 personel. Sebanyak 1.200 anggota dari Satpol PP diterjunkan selebihnya dari kepolisan dan TNI," kata Hendro di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat (30/10).
Hendro mengatakan aksi kali ini merupakan aksi lanjutan yang dilakukan oleh buruh. Dia mengimbau agar para buruh dapat berunjuk rasa dengan tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Buruh juga dihimbau untuk tidak bertindak anarkis selama demo berlangsung.
"Kami berharap jalannya aksi dapat tertib dan tidak ada aksi brutal karena ini aksi damai yang diatur undang-undang," kata Hendro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa buruh pun masih terus berdatangan ke depan Istana Negara.
Dalam tuntutannya, buruh menuntut pemerintah mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2015 tentang pengupahan. Selain itu, mereka juga menuntut adanya kenaikan upah. Mereka mengancam akan melakukan mogok masal bila tuntutan tersebut tidak dituruti. (sur)