Wakil Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan pembersihan dilakukan untuk mengurangi bau dan sampah yang tercecer di jalan yang dilewati truk sampah DKI Jakarta.
Menurutnya, hal tersebut terjadi karena truk sampah yang digunakan masih ada yang kurang layak. Namun, saat ini, pihaknya mengatakan pihaknya akan menggunakan truk kondisi baik untuk membuang sampah ke TPST Bantargebang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinas Kebersihan DKI Jakarta juga akan meremajakan truk sampahnya. Total 700 truk sampah akan diadakan di tahun depan. Adanya truk sampah tersebut membuat Pemprov DKI tidak lagi menggunakan pihak swasta untuk menyewa truk.
Lihat juga:TPST Bantargebang dari Waktu ke Waktu |
Tercatat sedikitnya sudah ada 50 dump truk sampah DKI yang melintas lalu dihadang oleh warga sejak pagi. Aksi masih terus berlanjut hingga petang tadi, sejumlah warga masih bertahan untuk melakukan penghadangan.
Mujianto mengatakan, aksi yang dilakukan dengan memblokir jalan yang akan dilalui truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menuju Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi.
"Posisi jalan ada di pertigaan, warga memblokir jalan dan meminta atau mengimbau truk untuk berbalik arah ke Jakarta, atau mencari jalan lain," kata Mujianto.
Menurut Muji, aksi ini dilakukan oleh warga sebagai bentuk protes karena sudah lama truk sampah berukuran besar milik Pemprov DKI Jakarta melintas di wilayah tersebut. Aktivitas tersebut dikeluhkan oleh warga, karena menyebabkan bau yang tidak sedap, kotor, dan muatan sampah yang diangkut kerap tumpah di jalan. (utd)