Ketua Komisi D DPRD Jakarta, Muhammad Sanusi mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dianggap terlalu arogan dalam mengatasi masalah sampah. Padahal, masalah sampah bisa diatasi dengan duduk bersama.
Politikus Gerindra tersebut mengatakan permasalahan pengelolaan sampah yang berlarut-larut dapat menyebabkan Jakarta berpotensi krisis sampah. Dia mencontohkan penahanan truk sampah oleh warga di Cileungsi, Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanusi juga mengomentari rencana Pemprov DKI Jakarta yang akan melakukan swakelola TPST Bantargebang. Menurutnya hal tersebut sah-sah saja tapi dia meragukan Dinas Kebersihan DKI Jakarta dapat mengelola dengan maksimal. Saat ini, pengolahan sampah dilakukan oleh PT Godang Tua Jaya dan PT Navigat Organic Energy Indonesia.
Sebelumnya, Ahok mengatakan tidak susah untuk mengelola TPST Bantargebang. Dia berujar hanya tinggal menyediakan 6 hingga 7 alat berat pengolahan sampah bisa terlaksana.
Namun, dia heran mengapa selama ini Dinas Kebersihan Jakarta tidak melakukan hal tersebut. Terkait keamanan, Ahok mengatakan pihaknya tinggal berkoordinasi saja dengan kepolisian.
Rencana swakelola TPST Bantargebang akan dilakukan jika perusahaan pengelola tidak menindaklanjuti surat peringatan dari Pemprov DKI Jakarta hingga 10 Januari 2016. (utd)