Menurut Aher, demikian dia akrab disapa, longsor merupakan kejadian tahunan yang biasa terjadi di Jawa Barat. Pasalnya, kondisi tanah di Jabar termasuk dalam kategori lahan subur yang biasa dijadikan tempat bercocok tanam masyarakat.
"Lahan subur itu biasa ditandai dengan mudahnya pergeseran lahan. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap bahaya banjir dan longsor yang menyertai musim hujan tiba. Saya nyatakan ini waspada 1," kata Aher saat ditemui CNN Indonesia di Jakarta, Selasa (10/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang terpenting itu tidak ada manusia dan perumahan di sekitar kawasan yang berbahaya atau rentan longsor," kata Aher.
Kepala BMKG Andi Eka Sakya menyatakan hujan menjadi lebih sulit diprediksi di masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Untuk mencegah banjir, dia menyarankan pemerintah daerah memperhatikan kelancaran aliran air terutama di sungai-sungai.
"Pada masa transisi ini hujan jadi lebih sulit diprediksi. Misalnya, seperti kemarin itu, intensitasnya ternyata tinggi dan diikuti petir serta angin kencang," kata Andi.
Oleh karena itu, Andi menilai setiap daerah harus waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir. Namun, ia mengingatkan bahwa kemungkinan banjir tidak hanya berdasarkan curah hujan.
"Banjir atau tidak juga sangat bergantung pada daya serap permukaan. Selain itu harus dipastikan juga apakah aliran air lancar atau tidak," katanya. (win/win)