Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan karena penyidik Kejagung merasa masih membutuhkan banyak keterangan dari Gubernur nonaktif Sumut itu. Rencananya pemeriksaan akan kembali dilakukan di Gedung KPK, Kamis (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyidik Kejagung, menurut pengakuan Arminsyah, juga belum mencari tahu seberapa besar peran Gatot dalam penyaluran dan persetujuan dana hibah di Sumut pada 2012 dalam pemeriksaan kemarin. Namun, Gatot dilaporkan bersikap kooperatif saat menjalani pemeriksaan perdananya sebagai tersangka perkara dana hibah di Sumut.
Selain Gatot, tersangka lain pada perkara yang sama adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat Sumut Eddy Sofyan.
Gatot ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap tidak melakukan verifikasi terhadap para penerima dana hibah dan bansos, sedangkan Eddy dianggap turut membantu adanya penerima-penerima dana bansos siluman di Sumut.
Total kerugian negara sementara yang ditemukan penyidik Kejagung atas perbuatan Gatot dan Eddy mencapai angka Rp2,2 miliar. Jumlah tersebut masih dapat bertambah setelah hasil audit dari BPK telah keluar nantinya.
Sejauh ini tercatat ada 17 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) fiktif yang terbukti menerima dana bansos di Sumut periode 2012 hingga 2013. Fakta tersebut ditemukan setelah Tim Penyidik Kejagung melakukan investigasi ke Sumut beberapa pekan lalu.
(obs)