Menurut keterangan yang diberikan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Siswo Yuwono, yayasan yang digunakan SR sebagai kedok sebenarnya telah mati izinnya sejak dua puluh tahun lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun nyatanya SR menipu ketiganya dan diserahkan pada tersangka MS yang menjadi pemilik Kafe Doli-Doli di Dadap.
HY pada akhirnya berhasil kabur sebelum dijajakkan pada lelaki hidung belang di Dadap.
Sementara IS dan EM bernasib berbeda dengan HY, mereka telah disetubuhi oleh lelaki hidung belang sebelum akhirnya diselamatkan oleh polisi.
Siswo mengatakan, berdasarkan pengakuan tersangka mereka baru pertama kali melakukan penjualan perempuan. Namun hal itu masih perlu pemeriksaan lebih lanjut.
Atas perbuatannya, SR dan MS dianggap melanggar Pasal 88 Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Pasal 296 jo Pasal 56 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal sepuluh tahun.
(meg)