Luhut menyatakan Darmawan 'Darmo' Prasodjo adalah Deputi I di Kantor Staf Presiden (KSP), lembaga yang dulu dipimpinnya. “Saya minta dia lakukan kajian untuk langkah Presiden mengenai Mahakam, Freeport, dan Masela,” kata Luhut dalam jumpa pers di Kantor Kemekopolhukam Jakarta, Kamis (19/11).
Menurut Luhut, Darmo profesional dan melakukan tugasnya dengan baik sekali. “Tidak ada yang bisa bantah dia soal kajian itu karena saya juga cek di tempat lain. Dia lakukan juga dengan doktor-doktor di Texas,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Luhut menyatakan bahwa dirinya tidak ada bisnis satu peser pun dengan siapapun. “Itu janji saya dengan diri saya dan istri saya,” tegasnya.
Mengenai Freeport yang sejak 2012 tidak bayar deviden, Luhut meminta persoalan tersebut ditanyakan ke pihak yang kompeten. “Tanya Menteri ESDM. Saya tidak pernah bicarakan itu di AS. Saya murni membicarakan rencana kunjungan presiden ke AS,” ujarnya.
Meski namanya terseret, Luhut mengaku tidak merasa dicemarkan. “Saya tidak merasa tercemar. Biasa-biasa saja menurut saya. Saya tidak salah.”
(obs/obs)