Luhut memaparkan ketika bertemu dengan sejumlah pejabat tinggi Australia seperti Jaksa Agung George Brandis, Kepala Badan Intelijen Keamanan Duncan Lewis, dan Kepala Kepolisian Federal Australia Andrew Colvin, isu hukuman mati menjadi salah satu fokus perbincangan.
"Mereka tidak akan mencampuri hukuman mati (di Indonesia). Saya sudah katakan kepada mereka, Indonesia belum berpikir melaksanakan hukuman mati sepanjang ekonomi masih seperti ini. Kami ingin berkonsentrasi pada sektor ekonomi," ujar Luhut di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, perbincangan itu menyepakati bahwa Australia dan Indonesia harus saling menghargai undang-undang yang berlaku di masing-masing negara.
Lihat juga:Negara Tembak Mati 79 Terpidana Sejak 1979 |
April sempat muncul isu Australia mengancam akan menarik Duta Besar mereka, Greg Moriarty, dari Indonesia. Namun Kejaksaan Agung tetap melaksanakan eksekusi terhadap Sukumaran dan Chan di Nusakambangan, Jawa Tengah, 29 April dini hari. (agk)