"Saya harus cek betul dari jaringan-jaringan intelijen, baik yang ada di Indonesia maupun di Paris. Koordinasinya bisa langsung, bisa juga melalui perwakilan kita di sana," kata Badrodin usai menghadiri rapat koordinasi di Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, di Jakarta, Kamis (19/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tentu harus mendalami karena orang Perancis itu ada beberapa yang masuk ke Indonesia, baik ke Bandung maupun ke Batam. Saya tidak bisa buru-buru menyimpulkan apakah mereka terlibat dalam jaringan itu atau tidak," ujarnya.
Selain memonitor WNI yang ditahan di negara lain akibat bermasalah secara administratif perjalanan maupun perbuatan, Polri juga melakukan tindakan preventif bagi warga yang akan masuk ke Tanah Air.
Selama ini, kata Badrodin, antisipasi masuknya anggota kelompok bersenjata ISIS dilakukan dengan memperketat pemeriksaan di perbatasan, bandara, pelabuhan dan akses masuk ke wilayah NKRI.
"Semua kan ada yang keluar dan ada yang masuk. Kalau yang masuk tentu kita lakukan pemeriksaan, kalau memang ada pelanggaran hukum yang dilakukan ya kita proses," katanya. (antara)