Ketua MKD Surahman Hidayat mengatakan, dalam pemeriksaan, Arzetti, telah melakukan klarifikasinya dengan baik. Meski demikian, Surahman enggan memberitahukan hal apa saja yang diklarifikasi dalam pemeriksaan.
"Secara garis besar baik klarifikasinya baik. Tapi kalau soal materi perkara tidak boleh diberitahukan," kata Surahman, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, Arzetti yang ditemui usai memberi keterangan kepada MKD, enggan banyak berkomentar dan irit berbicara mengenai perkara yang menimpa dirinya.
Arzetti berharap, agar MKD tidak menjatuhkan sanksi kepada dirinya, karena menurutnya, pertemuan dengan Komandan Kodim itu bukan perselingkuhan, tetapi pembicaraan mengenai proposal dana corporate social responsibility (CSR).
Saat itu Letnan Kolonel Dicky meminta bantuan untuk menyelidiki dugaan perselingkuhan yang dilakukan Rizki dengan Arzetti di sebuah hotel di Sidoarjo.
Setelah mendapat laporan, Wakil Komandan Denpom Divif II Komando Strategis Angkatan Darat Kapten Corps Polisi Militer Sandri dan Kapten CPM Prana bertemu dengan Sersan Kepala Arifin, anggota staf Intel Yon Paskhas Malang, yang sudah di lokasi kejadian, dan kemudian terjadi penggerebekan.
Keduanya lantas dibawa ke Markas Denpom Divif II. Tidak lama kemudian, suami Arzetti, Didit Setiawan, datang. Dari hasil koordinasi Asisten Intelijen Kodam V/Brawijaya dengan Denpom V/3 Malang, Rizki, Arzetti, dan Didit dibawa ke Markas Denpom V/3 Malang untuk diperiksa. (bag)