"Untuk anggaran sebenarnya sudah selesai hingga 80-90 persen," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (27/11).
Jika evaluasi telah rampung, kata Ahok, rancangan KUA-PPAS Senin pekan depan akan diserahkan ke DPRD DKI Jakarta. Selanjutnya Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta meneken nota kesepahaman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah sampaikan pada rekan DPRD bahwa saya bukan lambat, melainkan ingin mengurangi (anggaran) agar mendapat uang untuk pembangunan," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.
Untuk mendapatkan dana segar guna membiayai pembangunan rusun itulah Ahok menyisir anggaran dan kemudian mencoret item yang dirasa tidak penting.
Sayangnya, anggaran yang dialokasikan untuk penyewaan kapal tersebut dianggap terlalu tinggi, mencapai Rp 11 juta. Ahok yang enggan uang sebesar itu dialokasikan untuk hal semacam itu, lantas memutuskan untuk meminjamkan kapal dinasnya agar digunakan oleh Bupati Pulau Seribu.
"Model-model seperti itu yang kami pangkas. Jadi lebih baik menyisir uang-uang sosialisasi, peningkatan, pemahaman, serta yang saling tumpang-tindih dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah," kata Ahok. (agk)