Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama tak mempersoalkan unjuk rasa tersebut. "Saya kira silakan saja jika mau berdemo, itu hak mereka," kata Ahok, sapaan Basuki, saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (2/12).
Namun begitu Ahok menolak anggapan matinya ikan-ikan di pantai tersebut diakibatkan oleh pembangunan reklamasi Teluk Jakarta. Dia berargumen hingga kini belum ada kejelasan mengenai penyebab jutaan ikan tersebut mati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada teori yang mengatakan plankton itu tumbuh karena kemarau terlalu panjang, sementara BPLHD belum mengeluarkan kajian. Ini masih diperdebatkan," kata Ahok.
Maka dari itu dia menganggap sudah memegang dasar hukun kuat saat dirinya mengajukan rancangan peraturan daerah soal Teluk Jakarta. "Termasuk dari Kementerian Kelautan dan Perikanan semuanya jelas," ujarnya.
"Jadi bukan saya yang menentukan jumlah pulau itu 17, ini hukum juga bukan saya mengarang." (Baca: Soal Reklamasi Pantai Jakarta, Lulung: Urusan Sama 'Gajah')
Sebelumnya muncul agenda yang disebar ke awak media terkait unjuk rasa menolak reklamasi di Muara Angke. Lokasi unjuk rasa adalah Lapangan Sepak Bola Muara Angke serta Mall Green Bay.
Rencananya unjuk rasa tersebut akan diikuti oleh 1000 orang, mulai dari tokoh hingga masyarakat Muara Angke yang akan mendeklarasikan penolakan reklamasi Teluk Jakarta. (obs)