“Bagaimana mereka mau menawarkan helikopter Super Cougar? Cougar yang seharusnya sudah kami terima pun sampai sekarang belum jadi. Coba tanya ke PTDI, benar atau tidak helikopter itu dibikin PTDI?” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Marsekal Pertama Dwi Badarwanto di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (2/12).
Dari enam unit Super Cougar yang dipesan TNI, ujar Dwi, mestinya dua unit sudah sampai ke tangan TNI AU pada Mei-Juni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lagi pula, ujar Dwi, PTDI tak memenuhi spesifikasi yang diinginkan TNI AU soal helikopter VVIP. (Simak Fokus: HELIKOPTER UNTUK PRESIDEN)
Soal lambannya PTDI menyelesaikan pesanan helikopter juga telah dikemukakan oleh Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna. Menurut Agus yang juga Komisaris Utama PTDI, sudah dua kali TNI AU punya pengalaman pahit berbisnis dengan PTDI.
Direktur Utama PTDI Budi Santoso sebelumnya mengatakan perusahaannya menjamin tak bakal mengulangi kesalahan di masa lalu. Mereka mengklaim telah makin profesional dalam mengerjakan pesanan pesawat.