Selain Luhut, sekitar 105 anggota satgas yang membuka Operasi Seroja itu juga datang pada acara yang digelar di markas Komando Pasukan Khusus, Cijantung, Jakarta.
Luhut mengatakan, peringatan penerjunan Nanggala V merupakan upaya generasinya memberikan pembelajaran kepada para prajurit muda Kopassus. Segala kekurangan yang Satgas Nanggala hadapi sebelum dan selama Operasi Seroja, menurut Luhut, tidak boleh terulang kembali.
"Sekarang di zaman digital, hal seperti itu tidak akan terjadi, akan lebih manusiawi. Yang kami hadapi tidak manusiawi, ada yang gugur karena perencanaan tidak bagus," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ayah teman saya adalah pilot di Jerman. Kawannya 32 orang. Setiap tahun mereka reuni, sampai akhirnya lima tahun lalu tersisa lima orang dan akhirnya tinggal dua," katanya.
Peringatan 40 tahun penerjunan pertama ke Dili itu dihadiri sejumlah petinggi operasi, seperti Komandan Satgas Nanggala V Letnan Jenderal (Purn) Sugito dan Mayor Jenderal (Purn) Ilyas Yusuf.
Kala membuka acara, Herindra berkata, peringatan penerjunan Satgas Nanggala V mempunyai makna mendalam bagi para anggota aktif Kopassus. Menurutnya, acara ini efektif mengenalkan jejak prestasi yang pernah diukir para bekas penyandang baret merah.
"Penerjunan Nanggala V merupakan sejarah gemilang pendahulu Kopassus. Kami berjanji akan berbuat lebih baik bagi Kopassus dan tidak akan pernah menyianyiakan apa yang telah dilakukan para pendahulu," tutur Herindra. (sip)