Ahok, sapaan Basuki, mengaku dirinya sudah membicarakan hal tersebut dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Menurutnya lintasan sebidang yang ada di Jakarta sudah sulit untuk ditutup karena tak ada akses lain.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetap saja, kata Ahok, masyarakat Jakarta membandel dan melintasi jalur kereta secara sembarangan. "Jadi kalau memang kami bisa menutup akan kami lakukan, tapi akses orang yang tinggal perumahan tak ada," ujarnya.
Hal tersebut sangat disayangkan apalagi PT KAI sudah berencana untuk menaikkan frekuensi lalu lintas kereta api menjadi tiap satu menit.
"Seharusnya dari dulu itu, konsep awalnya, adalah jalur kereta yang naik tapi malah didahului oleh jalur tol. Jika jalur kereta ada di atas maka mau lewat tiap satu menit pun tak masalah," kata Ahok.
Maka dari itu untuk mengakali keinginan PT KAI yang menambah frekuensi kereta api menjadi tiap menit lewat, maka Ahok terus berupaya untuk membangun jalan layang. Dengan pembangunan jalan layang tersebut Ahok pun memperlihatkan bahwa dia mendukung program kereta tiap satu menit tersebut. (obs)