Berdasarkan pantauan CNN Indonesia.com, aksi yang diikuti sekitar 50 orang ini bertema 'Bersihkan DPR' ini berlangsung selama kurang lebih satu jam, dan dihadiri Indonesia Corruption Watch (ICW), Perempuan Indonesia Antikorupsi, YAPPIKA, dan Indonesia Budget Centre (IBC).
Aktivis ICW Wanna Alamsyah menyerukan keprihatinannya terhadap upaya pelemahan pemberantasan korupsi, di Indonesia. Hal itu ditunjukkan seperti masih dilanjutkannya pembahasan revisi UU KPK oleh pemerintah dan parlemen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang terjadi kemarin, kita tidak bisa menyaksikan sidang Setya Novanto karena tertutup, padahal rakyat meminta terbuka," ujar Wanna.
"Menuntut kepada Setya Novanto agar segera minta maaf kepada rakyat Indonesia dan mundur sebagai bentuk tanggung jawab," ucap Tri.
Lihat juga:Menunggu Sikap MKD |
"Kita berharap, mendorong agar mereka bisa melakukan tindakan memperkuat pemberantasan korupsi," kata Roy.
Aksi itu membentangkan sebuah spanduk besar bertuliskan 'Selamat Hari Anti Korupsi' di pagar gedung DPR. Dalam spanduk itu juga tertuang sindiran ucapan 'terima kasih atas kerjasamanya' dari Asosiasi Koruptor Indonesia dan Forum Mafia Indonesia.
Dalam aksi ini, dilakukan juga pembacaan puisi dari Gerakan Anti Korupsi Lintas Kampus dan grup musik Efek Rumah Kaca yang membawakan dua buah lagu, yakni 'Mosi Tidak Percaya dan Di Udara'. (bag)