"Jadi kami tidak membubarkan. Kami hanya mengimbau karena di sana ada pihak yang kontra atau tidak setuju," ujar Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/12).
Tito mengatakan, Kepolisian hanya sekedar mengimbau agar salah satu agenda tersebut dilakukan secara tertutup dan diikuti oleh pihak yang berkepentingan dengan acara tersebut. Hal itu dinilai perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya permasalahan akibat pelaksanaan agenda tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berdemokrasi boleh saja, apalagi diskusinya diskusi akademik. Tapi tentu juga harus memperhitungkan respon orang yang tidak nyaman. Jadi harus dihitung aspek sosiologis dan paikologisnya," ujar Tito.
Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan sejumlah seniman yang mengetahui hal tersebut mengecam tindakan Polda Metro Jaya dan mencatat bahwa peristiwa pelarangan tersebut baru pertama kali terjadi. (rdk)