Husni berujar, dari total 51 distrik, saat ini hanya terdapat satu distrik yang belum menerima logistik pilkada secara utuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, pada dua pemilihan umum terakhir, yaitu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2014, sejumlah distrik di Yahukimo tidak dapat menggelar pemungutan suara serentak dengan daerah lainnya.
Sebelumnya kepada CNNIndonesia.com, Ketua KPU Papua Adam Arisoi menuturkan, untuk mendistribusikan logistik pilkada ke-51 distrik di Yahukimo, KPU harus menyewa pesawat perintis.
Adam berkata, sekali terbang, institusinya harus membayar biaya sewa sebesar Rp39 juta.
Kondisi geografis dan cuaca selama ini membuat penyaluran logistik pemilu ke Yahukimo terhambat. Sembilan distrik di kabupaten itu, misalnya, tidak dapat menggelar pemungutan suara tepat waktu pada pemilihan presiden 9 Juli 2014. Surat suara tak kunjung tersalurkan karena cuaca buruk. (obs)