Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsudin berharap ada konsolidasi demokrasi yang baik dalam Pilkada. Menurutnya, besok merupakan momen untuk melakukan perbaikan dan pembangunan daerah ke arah yang lebih baik.
"Meski ada potensi konflik dan ketegangan pada fase kampanye, kami berharap Pilkada besok berlangsung secara aman damai bermutu dan bermartabat," kata Din saat memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan, jika ada pasangan calon yang kurang disenangi, masyarakat hendaknya tidak mengemukakan hal itu ke publik. Menurutnya, setia manusia memiliki kelemahan dan kelebihan.
Wasekjen Walubi Philip K. Widjaja menyampaikan, setiap umat beragama perlu berbuat sesuatu bagi kehidupannya. Jika ada yang dinilai kurang baik, maka orang lain perlu mengoreksi.
"Dalai Lama pernah berkata, manusia perlu berbuat untuk mengoreksinya, bukan hanya berdoa saja," katanya.
Ketua Umum Matakin Uung Sendana L Linggaraja mengutarakan bahwa jabatan adalah suatu amanah untuk membina, mengayomi dan mengembangkan potensi daerah.
"Kami mengimbau agar memilih agar memilih berdasarkan track record, moralitas yang baik sehingga dengan tulus hati membangun daerah menjadi lebih maju," katanya. (bag)