"Aktivitas vulkanis dan tremornya juga fluktuatif cenderung meningkat," kata Subhan di PPGA Bromo di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (12/12) seperti dilansir Antara.
Data seismik yang terekam di PPGA Bromo pada 12 Desember 2015 pukul 06.00-12.00 tercatat, gempa tremor dengan amplitudo maksimum 3-22 milimeter, namun amplitudo dominan 5 milimeter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau sebaran abu vulkanis dipengaruhi dengan arah angin dan kecepatan angin, sehingga selama enam jam terakhir mengarah ke barat-barat laut yakni cenderung ke Pasuruan dan Malang," tutur Subhan.
Subhan menjelaskan, sesuai dengan rekomendasi PVMBG maka kawasan steril dari aktivitas warga dan wisatawan dalam radius 2,5 kilometer dari bibir kawah Gunung Bromo.
"Kami imbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2,5 kilometer karena dikhawatirkan kandungan belerang yang pekat akan mengganggu pernapasan dan dikhawatirkan terjadi letusan kecil secara tiba-tiba dari dalam kawah," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ayu Dewi Utari mengatakan, wisata Gunung Bromo ditutup sementara sejak 4 Desember 2015 hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG terkait dengan aktivitas Gunung Bromo dan seiring dengan statusnya pada Level III dengan jarak aman 2,5 kilometer, maka kawasan wisata Bromo ditutup dari seluruh aktivitas wisata," tuturnya. (rdk/rdk)