“Kalau Pak Setya mau mundur akan diapresiasi oleh publik, saya juga akan mengapresiasi,” ujar Akbar kepada CNN Indonesia.com, Sabtu (12/12).
Akbar mengingatkan hal penting yang perlu diperhatikan oleh Setya Novanto adalah adanya aspirasi dari masyarakat luas yang mendorong untuk mengundurkan diri. “Sebagai politikus yang juga penting itu adalah sejauh mana di mata publik legitimasinya,” kata Akbar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seharusnya, kata Akbar, ketika Setya Novanto diperiksa MKD dalam kasus pencatutan nama Presiden Joko Widodo soal perpanjangan kontrak PT Freeport menjadi momentum bagi Setya untuk menjelaskan secara benar dan transparan kepada publik.
Akbar menyatakan bahwa hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dari Setya Novanto adalah penjelasan menyangkut persoalan etik yang diperkarakan di MKD. “MKD itu kan menyidangkan masalah etik, menegakkan etik, bukan persoalan hukum. Jadi tidak clear ini dari Setya Novanto di MKD,” kata Akbar.
Akbar menambahkan bahwa keinginan agar Setya Novanto mundur tidak hanya dari publik tapi juga dari internal Golkar. “Kalangan kader muda Partai Golkar juga sudah menyuarakan supaya mundur,” ujarnya. (obs)