Perwakilan DPRD DKI yang menyambangi kantor Gubernur adalah Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik, bersama tiga anggota DPRD DKI yakni Bestari Barus, Pandji Virgianto dan Tubagus Arif.
Ahok, sapaan Basuki, saat ditanya perihal permintaan anggaran dinas sempat mengatakan bahwa dia dengan tegas akan menolaknya. Namun pernyataan tersebut langsung diralat oleh Ahok langsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini jika keluar kota atau keluar negeri ada hitungannya, disamakan dengan eselon II dan juga gubernur atau wakil gubernur," ujarnya.
Menanggapi hal itu, Taufik menjelaskan permintaan untuk menaikkan anggaran dinas bukanlah suatu hal yang perlu dibesar-besarkan. Menurutnya, saat ini uang 'jajan' kunjungan kerja anggota dewan tidaklah manusiawi.
Sebagai catatan, nominal anggaran dinas para anggota dewan per hari berkisar pada Rp 430 ribuan.
"Jadi eselon II menjadi Rp 1,7 juta, sedangkan pimpinan, karena selevel dengan gubernur, akan mendapat Rp 2,5 juta," kata Taufik.
Mengenai rincian dana tersebut, Taufik menjelaskan bahwa uang sebanyak itu akan dialokasikan untuk makan hingga transportasi lokasi. Sementara biaya hotel dan tiket pesawat itu dibebankan pada Sekwan.
Permintaan Laptop untuk Kinerja Anggota Dewan
Tak hanya mengajukan permintaan anggaran dinas, Taufik menjelaskan, ada juga permintaan dewan perihal pengadaan laptop. Menurutnya pengadaan itu bertujuan untuk memodernisasi parlemen.
"Pak Gubernur itu harus tahu kalau kami mencari Perda yang sudah dibuat itu harus naik ke rak, itu seperti di kampung saya," kata Taufik.
Ahok pun tak mempermasalahkan pengadaan laptop tersebut. Harga laptop yang sudah murah menjadi alasan dirinya setuju dengan permintaan anggota dewan tersebut.
"Laptop itu bukan barang mewah lagi, itu juga dianggarkan di Sekretaris Dewan," ujar Ahok. (meg)