"Menurut saya tidak perku seperti itu menjawabnya. Kalau warga bertanya, bisa diberikan informasi. Itu hak warga dapat informasi. Jadi dijelaskan saja dan kasih tau aturannya," kata Azriana saat dihubungi CNN Indonesia, Kamis (17/12).
Sementara itu, ditanya mengenai gugatan yang dilayangkan Yusri kepada Ahok, Azriana menilai gugatan itu tidak proporsional. Menurutnya, Yusri tidak perlu sampai menggugat. Untuk menyelesaikan persoalan itu, katanya, hanya dibutuhkan pihak ketiga yang mau membantu memediasi dan menengahi perkara seorang ibu dan Ahok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Yusri Isnaeni (32), seorang ibu rumah tangga asal Koja, Jakarta Utara melaporkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas dugaan pencemaran nama baik ke beberapa institusi. Dia menggugat Ahok untuk meminta maaf dan membayar ganti rugi Rp 100 Miliar karena telah menuduh Yusri sebagai maling Kartu Jakarta Pintar (KJP).
Orang tua tunggal tersebut menceritakan tudingan itu bermula saat Yusri mengunjungi Komisi E bidang pendidikan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI pada Kamis (10/12).
"Kedatangan saya ke sana enggak ada unsur politis. Niatan saya pingin tau saja gimana sebenarnya KJP," kata Yusri.
Dia mengatakan kedatangannya ke DPRD didasari dengan niatan bertanya mengenai persoalan Kartu Jakarta Pintar. Persoalan bermula saat Yusri mencoba melakukan transaksi pembelian seragam sekolah untuk anaknya yang duduk di Sekolah Dasar dan gagal terus.
"Saya enggak bisa transaksi di pasar dekat rumah saya yang ditunjuk menjadi tempat pembelian barang sekolah KJP. Sudah lima kali saya datang, pemilik toko selalu bilang kalau saluran offline. Padahal saya kepepet butuh beli seragam anak," kata Yusri menjelaskan.
Yusri mengatakan pada kali kelima kedatangan ke toko tersebut, sang pemilik toko mengatakan dia mesti mencairkan tunai KJP untuk bisa membeli pakaian seragam.
"Ya udah saya okein. Tapi saya juga kena potongan 10 persen. Jadi saya dapat cuma Rp 300 ribu," kata Yusri.
Maka, pada Kamis (10/12), Yusri datang ke DPRD dan secara kebetulan bertemu dengan Ahok. Dia menjelaskan kesulitannya bertransaksi dan akhirnya memutuskan untuk mengambil tunai.
"Tapi Ahok malah marah-marah dan meneriaki saya,'Ibu maling. Ibu maling.' Siapa coba yang tidak kesal," kata Yusri. "Di situ ada banyak media dan semua jadi taunya saya maling."
(utd)