Misalnya kelakar soal MKD. Namun bukan Mahkamah Kehormatan Dewan yang dimaksud Indro. MKD menurutnya adalah Majelis Kehormatan Dagelan.
Dalam pembicaraan di meja makan dengan Jokowi, tidak dibahas soal MKD ini.
"Ndak ada. MKD itu urusan kami, Majelis Kehormatan Dagelan itu urusan kami. Jangan disebut-sebut, sudah kami tutup itu, karena ternyata enggak bisa apa-apa mereka" kata Indro beberapa saat setelah makan siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mendengar hal itu, komika lainnya, Andi Wijaya, menimpalinya, "jadi mengenai NM itu"
Perbincangan keduanya mengacu pada kasus prostitusi artis yang melibatkan Nikita Mirzani sebagai korban. Para wartawan pun kembali terbahak.
Lihat juga:Jokowi Minta Pengesahan APBD Tidak Molor |
Didesak hal serius yang dibicarakan di meja makan, Indro pun bercerita. Dalam pertemuannya dengan Jokowi, para komika sempat melemparkan beberapa pertanyaan soal Komisi Pemberantasan Korupsi.
Para komika bertanya mengapa Jokowi diam saja ketika Komisi Pemberantasan Korupsi dilemahkan.
Saat itu, kata Indro, Jokowi malah balik bertanya, "Yang bilang dilemahkan siapa? Kamu kok kayaknya lebih tahu dari saya?".
Masih dengan kelakarnya, jawaban Presiden itu menurut Indro membuat para komika tenang. "Ternyata dia juga diam saja," katanya disambung tertawa.
Selain Indro, para komika yang menghadiri undangan makan siang Jokowi ini adalah Raditya Dika, Roni Immanuel (Mongol), Ge Pamungkas, David Nurbianto, Yudha Keling, Rahmet, Heri Horeh, Topenk, Bene, Dzawir Nur Ikram, Sri Rahayu, Yudha Iqbal Maulana, Andi Wijaya, dan Randika Jamil. (sur)