Belanja Daerah 2016 DKI Jakarta tak akan mengalami kendala. Dia pun sudah menargetkan bahwa penyerapan anggaran 2016 akan meningkat jauh dibanding tahun 2015.
"Di atas 50 persen lewat (penyerapannya), dulu kan memang kami potong karena banyak mark up. Makanya 2016 kami sisir habis," kata Basuki saat ditemui di gedung DPRD DKI, Kamis (17/12).
Ahok, sapaan Basuki, menjelaskan dirinya sudah memiliki kesepakatan dengan DPRD DKI agar saling mengingatkan terkait penyerapan anggaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ahok untuk 2016 mendatang seharusnya penyerapan anggaran bisa dilakukan secara cepat kecuali di tengah jalan ada efisiensi ataupun penambahan. Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) bisa terjadi jika ada efisiensi atau penambahan.
Lihat juga:Jokowi Minta Pengesahan APBD Tidak Molor |
"Total rancangan APBD 2016 mencapai Rp 66.373.687.377.232 (Rp 66,373 triliun) atau meningkat 0,92 persen dibanding APBD-P 2015 yang berjumlah Rp 65.768.705.609.233 (Rp 65,768 triliun)," kata Ahok - sapaan Basuki - saat membacakan nota keuangan di gedung DPRD DKI, Kamis (17/12).
Untuk belanja daerah, Ahok mengungkapkan angkanya yang ditetapkan berjumlah Rp 59.101.068.377.232 atau turun 0,98 persen dibandingkan tahun 2015 yang berjumlah Rp 59.685.552.609.233.
Sementara untuk pendapatan daerah, Pemprov DKI menargetkan angkanya naik sekitar Rp 3,38 persen dibandingkan tahun lalu. Itu artinya, Ahok ingin agar pendapatan daerah 2016 naik sekitar Rp 1,9 triliun menjadi Rp 58,210 triliun. (bag)