Kapal Pesiar Terombang-ambing 30 Jam di Perairan Jepara
Damar Sinuko | CNN Indonesia
Jumat, 18 Des 2015 13:47 WIB
Jepara, CNN Indonesia -- Sebuah kapal pesiar berbendera Malaysia mengalami mati mesin saat melakukan perjalanan di perairan Bangka Belitung. Akibatnya, kapal berisi dua orang penumpang dan seorang nahkoda ini terombang-ambing di laut lepas selama 30 jam lebih.
Kapal yacht yang berencana menuju ke Bali ini akhirnya mengandalkan layar saja saat melaju di laut lepas. Hembusan angin laut akhirnya membuat kapal itu terseret masuk ke perairan Jepara, Jawa Tengah.
Beruntung, keberadaan kapal ini diketahui petugas Syahbandar Dermaga Kartini yang kemudian mengevakuasi para penumpangnya.
"Mesin mereka mati hingga akhirnya kandas sampai ke perairan Jepara pada Rabu kemarin," kata Kepala Syahbandar Dermaga Kartini, Suripto kepada CNN Indonesia, Jumat (18/12).
Evakuasi dilakukan sejak kemarin. Petugas menurut Suripto kesulitan karena cuaca yang tidak mendukung. Untuk menarik kapal itu ke Dermaga Kartini, dikerahkan sebuah kapal tugboat.
"Kami semula menggunakan kapal kayu milik nelayan tak berhasil hingga akhirnya menggunakan tugboat Dragon jurusan Tegal", tambah Suripto.
Saat ini, awak kapal yacht masih berada di Kantor Syahbandar Jepara untuk dimintai keterangan. Para awak kapal itu mengaku kehabisan logistik dan kekurangan makan, (sur) Add
as a preferred
source on Google
Kapal yacht yang berencana menuju ke Bali ini akhirnya mengandalkan layar saja saat melaju di laut lepas. Hembusan angin laut akhirnya membuat kapal itu terseret masuk ke perairan Jepara, Jawa Tengah.
Beruntung, keberadaan kapal ini diketahui petugas Syahbandar Dermaga Kartini yang kemudian mengevakuasi para penumpangnya.
"Mesin mereka mati hingga akhirnya kandas sampai ke perairan Jepara pada Rabu kemarin," kata Kepala Syahbandar Dermaga Kartini, Suripto kepada CNN Indonesia, Jumat (18/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami semula menggunakan kapal kayu milik nelayan tak berhasil hingga akhirnya menggunakan tugboat Dragon jurusan Tegal", tambah Suripto.
Saat ini, awak kapal yacht masih berada di Kantor Syahbandar Jepara untuk dimintai keterangan. Para awak kapal itu mengaku kehabisan logistik dan kekurangan makan, (sur) Add
as a preferred source on Google