"Ganja tersebut terpencar di beberapa tempat dan dikumpulkan menjadi total sekitar dua kilogram," kata Kepala Kepolisian Resor Badung, Ajun Komisaris Besar Polisi Tonny Binsar, usai melakukan penyisiran di Lapas Kerobokan, Sabtu (19/12), seperti dilansir dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, selain menemukan ceceran paket ganja, aparat gabungan juga menemukan lima paket sabu-sabu sekitar dua gram, satu tanaman ganja dalam pot, telepon seluler sebanyak 129 buah, dua buah laptop, 50 alat hisap atau bong, 13 senjata tajam, dua pucuk senjata api dan 90 peluru.
Penemuan barang berbahaya itu ditemukan dari hasil penyisiran oleh aparat sejak bentrokan yang meledak pada Kamis (17/12) sore.
"Saya belum tahu tabungan itu, barang itu dikumpulkan. Saya belum cek isinya, ada tiga buah buku rekening," imbuh Tonny.
Meski ditemukan narkoba dan alat hisap, namun polisi belum bisa menyimpulkan bahwa lapas itu menjadi salah satu pusat perdagangan gelap narkotika karena perlu dilakukan penyelidikan.
"Alat untuk membuat sabu-sabu tidak ada," katanya.
Penyisiran itu berawal dari bentrokan yang terjadi antarpara narapidana pada Kamis (17/12) yang mengakibatkan dua orang tewas. Aparat gabungan menjadwalkan akan melakukan penyisiran rutin di dalam lapas tersebut. (antara)