Jet TNI Jatuh Tewaskan Dua Pilot, Mesin Pesawat Diduga Mati
Anggi Kusumadewi | CNN Indonesia
Minggu, 20 Des 2015 12:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua pilot pesawat tempur T-50 Golden Eagle yang jatuh di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta, meninggal dunia. Letkol Penerbang Marda Sarjono dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi tewas di tempat.
Kecelakaan yang terjadi saat pesawat sedang beratraksi di Yogya Airshow ini membuat acara yang dikunjungi sekitar lima ribu pengunjung itu dihentikan. Bandara Adisucipto pun sempat ditutup untuk proses evakuasi dan investigasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan sementara menyatakan pesawat T-50 jatuh karena ada problem pada mesin ketika melakukan atraksi. Problem itu diduga menyebabkan mesin mati di udara.
“Yogya Airshow dihentikan dan Bandara ditutup sementara,” kata Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Yogya, Wahyu Pristiawan, Minggu (20/12).
Yogya Airshow merupakan bagian dari rangkatan kegiatan Gebyar Dirgantara Hari Ulang Tahun Sekolah TNI Angkatan Udara ke-70. Acara yang mestinya penuh sukacita itu kini berakhir sedih dengan wafatnya dua prajurit TNI AU.
“Dua pilot kami meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, mengonfirmasi kabar itu.
Selain kehilangan dua prajurit, TNI juga harus kembali mengalami kerugian materiil berupa rusaknya pesawat tempur.
Sementara proses evakuasi berlangsung, sekitar lima ribu pengunjung Gebyar Diargantara yang sudah terlanjur datang ke lokasi diminta pulang.
(agk)
Kecelakaan yang terjadi saat pesawat sedang beratraksi di Yogya Airshow ini membuat acara yang dikunjungi sekitar lima ribu pengunjung itu dihentikan. Bandara Adisucipto pun sempat ditutup untuk proses evakuasi dan investigasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan sementara menyatakan pesawat T-50 jatuh karena ada problem pada mesin ketika melakukan atraksi. Problem itu diduga menyebabkan mesin mati di udara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dua pilot kami meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, mengonfirmasi kabar itu.
Sementara proses evakuasi berlangsung, sekitar lima ribu pengunjung Gebyar Diargantara yang sudah terlanjur datang ke lokasi diminta pulang.