"Kami tadi sharing dan diskusi masalah radikalisasi dan terorisme. PBNU dan ormas Islam memiliki info tentang itu," kata Tito di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (23/12).
Masukan dari PBNU maupun Ormas Islam nantinya dapat menjadi acuan pemerintah dalam menyusun pencegahan terhadap radikalisasi. Namun, pertemuan itu menurut Tito masih belum memuaskan karena hanya berjalan dalam waktu singkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"ISIS memang agendanya tahun 2017 menguasai Indonesia. Tahun 2022 harus sudah berdiri kehalifahan," kata Said.
Sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya menyambangi Kantor Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) sore ini membahas isu keamanan menjelang peringatan dua hari besar yakni Maulid Nabi (24/12) besok dan Natal (25/12) lusa.
Polda yang dipimpin langsung oleh Tito, didampingi Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Muhammad Iqbal, dan Kapolres Jakarta Pusat Hendro Pandowo beserta jajaran. Rombongan Polda diterima Ketua Umum PBNU Said Aqil Siraj dan Sekretaris Jenderal Helmy Faishal Zaini beserta pengurus lainnya. (utd/utd)