Suharyo pun tak segan untuk menggunakan kata "puja" untuk menggambarkan pentingnya uang bagi masyarakat.
"Ada dua hal yang memiliki daya rusak yang dahsyat, salah satunya adalah pemujaan uang," kata Suharyo saat menggelar jumpa pers di Gereja Katolik Katedral, Jakarta, Jumat (25/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sila pertama Pancasila telah diubah dari Ketuhanan yang Maha Esa menjadi Keuangan yang Maha Kuasa," ujarnya.
Bahwa kebahagiaan tergantung pada uang, lanjut Suharyo, adalah suatu yang salah dan tidak dibenarkan dalam agama. Oleh sebab itu dia pun meminta pada umat Nasrani, khususnya Katolik, agar tidak terjerumus dalam pola pikir semacam itu.
"Uang tidak ada nilainya bila dibandingkan dengan martabat. Uang juga tak selamanya mampu membuat orang berkuasa atau tidak mati," kata Suharyo. (obs)