"Nampaknya akhir Januari presiden lakukan reshuffle," ujar Dadang Rusdiana kepada CNN Indonesia, Senin (28/12).
Menurutnya, Presiden Jokowi telah memberikan sinyal tersebut ke partai pendukung pemerintahan. Tahun 2016 harus menjadi tahun yang lebih baik, pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dinilai harus bekerja lebih keras sehingga mampu bekerja dengan kecepatan penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2016 titik awal pemerintahan, awal yang lebih efektif. Makanya Januari itu momen yang tepat," tuturnya.
Selain memperbaiki kinerja pemerintahan, Dadang berpendapat reshuffle dalam waktu dekat dilakukan sebagai respons Jokowi atas bergabungnya Partai Amanat Nasional ke pemerintahan. PAN secara resmi bergabung ke pemerintahan Jokowi-JK pada 2 September silam.
"Kalau tidak kan komunikasi politik dengan PAN tidak akan baik. PAN pasti masuk, tinggal posnya saja dimana," tutur Dadang.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional Eddy Soparno kembali menegaskan perombakan kabinet sepenuhnya menjadi kewenangan Presiden Joko Widodo selaku pemegang hak prerogatif kepala pemerintahan. Eddy enggan mengomentari isu dua kursi yang nantinya akan diberikan ke PAN.
Dia hanya memastikan kadernya siap mematuhi arahan partai sekiranya nanti ada kebijakan baru menanggapi isu reshuffle. Menurutnya, akan bersifat spekulatif apabila menanggapi rumor yang berkembang. (pit)