“Itu strategi ARB (Aburizal Bakrie) saja untuk melanggengkan kekuasaannya sebagai Ketua Umum Golkar hasil Munas Bali,” ujar Nudirman kepada CNN Indonesia.com, Senin (4/1).
Nudirman, yang oleh kepengurusan Golkar Agung Laksono dijadikan sebagai Ketua DPP bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, menyatakan dipilihnya Rapimnas oleh kubu Ical karena dalam Rapimnas tidak ada agenda pemilihan ketua umum baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Munas, kata Nudirman, adalah amanat Mahkamah Partai Golkar yang harus dijalankan sekarang ini oleh kedua kubu. “Munas itu salah satu keputusan Mahkamah Partai waktu 2015 lalu bahwa harus digelar Munas paling lambat 2016 ini,” ujar Nudirman.
Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono, Ace Hasan Syadzily menyatakan penyelenggaraan Munas Bersama itu dapat menyelesaikan konflik Golkar.
“Mahkamah Partai agar segera menggelar sidang untuk memutuskan penyelenggaran Munas berdasarkan AD/ART dan secara demokratis, terbuka, dan adil, sebagaimana amanat UU Partai Politik,” tutur Ace kepada CNN Indonesia.com, Senin (4/1).
Ace menambahkan terbitnya Surat Keputusan Kemenkumham yang baru lalu menindaklanjuti Keputusan Mahkamah Agung dan hanya menegaskan bahwa SK Kemenkumham mencabut legalitas kepengurusan Agung Laksono dan tidak mengabulkan untuk menerbitkan SK kepengurusan Ical.
(obs)