Dianggap Pernah Berkhianat, Gerindra Tak Akan Usung Ahok

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Rabu, 06/01/2016 06:50 WIB
Dianggap Pernah Berkhianat, Gerindra Tak Akan Usung Ahok Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama menyalami anak-anak saat peresmian Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Rusun Karet Tengsin, Jakarta, Rabu, 30 Desember 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat Partai Persatuan Pembangunan mewacanakan mengusung Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur DKI Jakarta di Pemilihan Kepala Daerah 2017, Partai Gerindra justru menegaskan tak akan mengusung bekas kadernya itu.

Pernah berkhianat dianggap menjadi alasan mengapa Gerindra dengan tegas menolak mengusung pria yang sekarang menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Tak mungkin lah, dia sudah pernah berkhianat," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra DKI Jakarta, M. Taufik saat dihubungi kemarin.


Taufik menyebutkan selain pernah berkhianat, ada satu hal lain yang menjadi alasan mengapa Gerindra tak akan mengusung Ahok, sapaan Basuki, sebagai calon gubernur. Hal tersebut adalah sikap kasar yang sering ditunjukan Ahok di depan publik.

Menurut Taufik sikap tersebut tak disukai oleh masyarakat Jakarta dan dirinya sangat yakin bahwa warga Jakarta tak akan memilih Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta di Pilgub nanti.

Bagi Taufik, Ahok menjadi gubenur bukanlah pilihan masyarakat melainkan lebih karena pasangannya saat itu, Joko Widodo yang sekarang sudah menjadi Presiden Indonesia.

"Saya yakin Jakarta tak akan memilih Ahok, bagaimana mungkin orang sekasar itu bisa dipilih rakyat," katanya.

"Saat itu (2012) orang cenderung memilih Jokowi, jadi Ahok menjadi gubernur pun hanya merupakan tetesan saja."

Dengan tidak mengusung Ahok sebagai cagub, Gerindra pun menggodok tujuh nama yang kemungkinan besar akan diusung oleh mereka di Pilkada 2017. Bukan hanya akan mencalonkan gubernur atau wakil gubernur, jika memungkinkan Gerindra ingin pasangan calon yang mereka usung keduanya berasal dari Gerindra.

Tujuh nama yang sudah ada di kantong Gerindra dan merupakan hasil rapat akbar DPD Gerindra DKI akhir Desember 2015 lalu adalah Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sandiaga Uno, M. Sanusi, mantan Panglima Kodam Jaya Sjafri Sjamsuddin, Biem Benyamin, Sekretaris Daerah DKI Saefullah, dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.

Sementara itu dalam rapat akbar tersebut juga ada satu nama yang dicalonkan untuk diusung oleh Gerindra, yaitu Taufik sendiri. Rencananya Gerindra akan mengumpulkan delapan nama tersebut pada 15 Januari mendatang.

"Jika bersedia maka akan terus berproses, nanti disaring tiga orang yang akan disampaikan sebagai calon gubernur ke Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra," kata Taufik. (obs/obs)