Dia mengatakan saat ledakan kedua muncul di Starbucks Djakarta Theatre, Dedy mengatakan sempat ikut menembak salah satu pelaku peledakan.
Dedy tidak sendiri melakukan aksinya. Dia mengatakan terdapat tiga aparat kepolisian lain yang ikut beraksi setelah ledakan di kedai Starbucks terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaku tidak tahu ada berapa, dari Starbucks sempat ada yang melempar bom granat. Meledak bom itu saat dilempar, tapi tidak mengenai saya," katanya.
Lebih jauh, dia mengatakan ada kesamaan dengan bahan ledakan yang ditemukan saat penangkapan teroris di Bekasi pada akhir Desember tahun lalu.
"Memang ada kesamaan tapi apapun juga bom ini adalah mematikan," kata Anton.
Sementara itu, jenis ledakan Sarinah kali ini, ujarnya, jika dibandingkan dengan bom di hotel JW Marriot pada 2009 silam berskala lebih kecil.
"Namun untuk jenisnya bagaimana lebih pasti, mungkin nanti, karena bukan kapasitas saya sebagai forensik," kata Anton.
Anton menjelaskan kalau ledakan yang terjadi pertama kali, yakni sekitar pukul 10.55 WIB, merupakan pancingan. Setelah terkumpul, pelaku lalu mencoba untuk meledakkan kembali. Namun, upaya tersebut, kata Anton, gagal.
Ditanya mengenai sasaran ledakan, Anton menjelaskan target ada pada satu polisi dan dua orang warga asing yang berada di sekitar kedai Starbucks Sarinah (utd)