Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan kenaikan harga tersebut merupakan salah satu dampak dari pemangkasan anggaran di kementeriannya.
"Pendidikan tinggi merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. Kebutuhan dan biaya penyelenggaraan semakin meningkat, sehingga perlu peran dan partisipasi masyarakat untuk menanggung beban biaya," kata Nasir saat konferensi pers di Kemenristekdikti, Jakarta, Jumat (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, ada siswa Bidik Misi ikut SBMPTN, maka panitia akan mengembalikan biaya pendaftaran tersebut. Hal ini harus dilakukan agar siswa Bidik Misi bisa ditangani dengan baik,"kata Nasir.
"Dari jumlah tersebut, sebanyak 90.686 merupakan pemohon Bidik Misi. Pada tahun ini, kami perkirakan sekitar 750 ribu siswa akan mendaftar SBMPTN," kata Rochmat. Ia mengatakan sejauh ini baru 16 PTN yang dianggap siap melaksanakan CBT dari 78 PTN yang ikut serta.
Pendaftaran SBMPTN dengan metode CBT akan dibuka pada 25 April hingga 9 Mei, sementara pendaftaran untuk ujian yang masih menggunakan kertas akan dibuka pada 25 April hingga 20 Mei.
CBT akan dilaksanakan pada 28-30 Mei, sementara ujian dengan kertas dilaksanakan pada 31 Mei. Adapun, ujian keterampilan akan dilaksanakan pada 1-2 Juni dan pengumuman kelulusan akan dilakukan pada 28 Juni. Peserta ujian SBMPTN dapat memilih maksimal tiga program studi.